Jumat, 03 Mei 2013

Cermin Kuil



Semua orang di dunia ini pasti memiliki cermin di rumah. Banyak juga cerita-cerita mengenai cermin di dunia ini. Entah itu mengenai mitos cermin yang horror ataupun legenda misterius. Cermin, bagi orang awam hanya digunakan untuk berkaca dan mengoreksi penampilan. Namun, di belahan bumi lain, cermin dapat digunakan sebagai suatu benda yang  memiliki kekuatan mistis. Kalau dipikir-pikir, cermin itu benda yang unik. Dia dapat memantulkan segala macam jenis bayangan benda. Bukan hanya itu, cermin juga dapat memantulkan cahaya. Apapun bayangan benda ataupun makhluk hidup yang dipantulkan cermin, akan terrefleksi secara jelas gerakan, bentuk dan warna, tanpa ada satupun yang direkayasa.
***
Rikka Miketsukami, gadis perawakan Jepang-Jerman yang hidup bersama kedua orang tuanya di London, Inggris. Ayahnya Ryu Miketsukami dan ibunya Marelliya Strifeschiffer Miketsukami berprofesi sebagai penjelajah antarnegara untuk mencari hal-hal unik ataupun benda-benda unik untuk diberitakan di bawah naungan Square Enix corporation. Hal itulah yang menyebabkan Rikka dan kakaknya Cloud Strife sejak dulu suka berpindah sekolah. Bayangkan saja, selama kelas 1 SMA, Rikka telah pindah sekolah sebanyak 6 kali. Lain halnya dengan kakaknya Cloud, karena sekarang dia sudah kuliah, dia harus menetap di London, untuk meneruskan kuliahnya di Oxford University. Cloud sudah bisa mengurus diri sendiri, beda dengan Rikka yang masih manja dan nakal.
Kali Ini di bulan November 2012, Keluarga Miketsukami, berencana untuk menelusuri Jepang, daerah asal Ryu, ayah Rikka. Rikka tahu benar bahwa di Jepang, banyak cerita mistis ataupun benda-benda gaib yang sejak dulu telah dipercaya oleh nenek moyang. Rikka kurang tertarik dengan hal itu semua. Sesuai dengan pengalaman dia selama ini, tidak pernah terjadi hal-hal aneh ataupun mencengangkan yang terjadi. Terkadang Rikka berpikir, bahwa hal mistis itu tidak benar-benar ada. Rikka juga kurang suka pergi ke Jepang, karena dia belum menguasai kanji, meskipun dalam dialog dia cukup lancar. Ayahnya sering mengajari Rikka mengenai bahasa dan budaya Jepang. Ayahnyalah yang mengajari Rikka dan ibunya huruf kanji. Namun tetap saja, jumlah kanji wajib yang  harus dihafal lebih kurang ada 2000 buah. Dan tiap kanji harus ditulis sesuai dengan jumlah goresan yang terkadang mencapai belasan hanya untuk sebuah huruf. Rikka selalu meminta dibacakan oleh ayah atau ibunya. Rikka sangat ingin cepat kembali ke London.
***
Pada awal November, keluarga Miketsukami mengunjungi kota Osaka, kemudian Naha, Kyoto, dan yang terakhir Sapporo. Sapporo adalah kota yang terletak di bagian paling utara Jepang. Di sana, suhu rata-ratanya 8 . Tempat yang sangat dingin. Tempat inilah yang paling bersalju diantara kota-kota lainnya. Suhu kota Sapporo hampir sama seperti London, Rikka pun mulai terbiasa. Rikka bersekolah di Kiyota High School untuk sementara. Yah sekolah tersebut cukup bagus, Rikka nyaman bersekolah di sana. Aktivitas sehari-hari banyak diisi dengan menonton anime, membaca manga, bermain di game center, belajar dan lain-lain. Terkadang Rikka ikut orangtuanya saat libur sekolah.
Di hari minggu pagi, akhir bulan November. Hari yang cukup dingin. Pohon-pohon telah mulai berguguran daunnya, memenuhi seisi kota. Warnya oranye keemasan terlihat sangat berkilauan dari kejauhan. Rikka sudah mengenakan baju musim gugurnya. Baju biru tua yang ia kenakan dengan syal krem di lehernya terlihat begitu manis. Rambut panjang coklat-auburn-nya tergerai dengan lembut dan berkilauan. Rencananya Rikka akan mengunjung sebuah kuil bersama kedua orangtuanya. Kuil tersebut cukup jauh, butuh 2 jam untuk sampai di sana menggunakan mobil. Sesampainya di sana, Rikka disambut oleh pendeta kuil atau dalam bahasa Jepangnya disebut Miko. Satu orang tua dan yang satu lagi anak laki-laki seumuran dengan Rikka. Setelah memperkenalkan diri masing-masing, Rikka mengetahui nama anak laki-laki tinggi jangkung itu. Namanya Soushi. Yap, dia mengenakan pakaian pendeta putih. Baju tampak sangat cocok dengan Soushi. Di sana Rikka seringkali memperhatikan gerak gerik Soushi. Soushi benar-benar lemah lembut, senyumnya sangaaattt menawan. Pada ujung kunjungan tersebut, Rikka tak tahu benar apa yang orang tuanya lakukan dan apa yang orang tuanya dapat dari sana. Rikka tak terlalu memperdulikannya, dia hanya asyik melihat-lihat kuil tersebut dan beberapa kali ia mengajukan pertanyaan pada Soushi. Saat hendak pulang Rikka merapikan bajunya di depan sebuah cermin di dalam sebuah ruangan dekat kuil. Ukuran cermin itu kecil, kira-kira berdiameter 20 cm. Cermin itu tampak aneh dan desainnya terlihat kuno sekali. Banyak sekali benda-benda kuno di sana.
“Mungkin ini benda peninggalan kuil” kata Rikka dalam batin.
Rikka pun bergegas keluar karena orangtuanya hendak pulang. Rikka sekeluarga pun pamit pada pendeta kuil serta Soushi.
Pada perjalanan pulang, Rikka tertidur di mobil. Mungkin karena hari ini dia kelelahan. Langit pun terlihat berat, nampaknya akan hujan. Sesampainya Rikka di rumah, pukul menunjukkan jam 8 malam. Rikka langsung mandi, setelah itu dia makan malam bersama ayah bundanya. Menu makanan hari ini okonomiyaki. Di London jarang sekali dia memakan makanan khas daerah asal ayahnya, karena orangtuanya selalu sibuk pada pekerjaan. Yang seringkali memasak adalah kakaknya, Cloud. Meskipun laki-laki, kakaknya piawai dalam melakukan pekerjaan rumah. Sedangkan Rikka yang beres-beres rumah.
Setelah selesai makan malam, Rikka menuju kamarnya untuk belajar. Pelajaran sejarah cepat membuat Rikka mengantuk, tak sampai sejam, Rikka sudah tertidur di kasurnya. Di saat itu juga ia bermimpi ia tengah menuju ke kuil yang ia kunjungi tadi siang. Tetapi ada hal aneh terjadi. Di sana ia mendapati Shouta menghilang. Lalu ada suara-suara aneh terngiang-ngiang di telinganya.
“Shouta.. Shouta.. Shouta.. Shouta..” suara tersebut berubah-ubah. Terkadang seperti orang yang tengah marah, terkadang seperti orang yang mencari sesuatu bahkan kadang seperti orang yang merintih.
“Di mana Shouta?” Tanya Rikka pada suara aneh tersebut.
“Shouta? Dia tidak ada di duniamu. Kau bisa menemukan Shouta di tempat di mana kau bisa melihat dirimu sendiri tapi kau tidak bisa meraihnya.” Suara tersebut pun hilang.
Ketika dia terbangun, tubuhnya dipenuhi keringat. Wajahnya agak pucat.
“Ah, semalam aku bermimpi buruk. Mana mungkin hal tersebut terjadi. Ya kan?” tanyanya pada diri sendiri.
***
Di sekolah, ia masih terbayang-bayang oleh mimpi tersebut. Dia terus menerus berpikir, tempat seperti apakah yang dimaksudkan suara aneh tersebut. Saat jam istirahat, Rikka menyempatkan dirinya untuk pergi ke perpustakaan. Mencari beberapa referensi tentang tempat-tempat aneh. Pada salah satu buku, ia menemukan sesuatu yang mungkin menjadi petunjuk, dunia antara hidup dan mati. Dia mengambil hipotesis, mungkin saja dunia itu yang dimaksud suara tersebut. Apakah Shouta sedang koma? Pada cerita-cerita mitos ataupun legenda-legenda kuno menyebutkan bahwa orang yang sedang koma, arwahnya telah berada di luar tubuh, namun masih terantai dengan tubuh. Sang arwah dapat melihat ke tubuhnya, tetapi dia tak bisa menyentuhnya. Rikka pun berusaha keras untuk tidak mempercayai hal tersebut, dia menentang pikirannya sendiri dengan terus beranggapan bahwa mimpi itu hanyalah bunga tidur, mimpi hanyalah pengulangan peristiwa yang terjadi saat manusia sedang tersadar.
Saat di kelas, Rikka melihat teman perempuannya sedang bermain dengan kartu ramalan. Ia menghampiri mereka.
“Kalian sedang apa?” Tanya Rikka.
“Ah, Rikka. Kau mau mencoba ramalan? Riri sangat pandai dalam hal itu. Persentase kebenarannya mencapai 90%. Hebat bukan?” Jawab Nina dengan antusias.
“Iya benar Rikka, banyak anak perempuan bertanya padanya soal cinta, bahkan anak kelas lain pun suka meminta ramalan darinya.” Tukas Sora.
“Kau sedang menyukai seseorang, iya kan?” goda Anri.
“Eh? Ah tidak, aku sedang mencari seseorang yang keberadaannya tidak kuketahui” Jelas Rikka. “Ehm, Riri boleh aku meminta ramalan darimu?” Pinta Rikka yang sebenarnya hanya iseng untuk mencoba.
“Oh, boleh saja. Tapi kau jangan anggap main-main ramalanku ini.” Jawab Riri dengan tegas. “Aku bisa tahu apa yang kau pikirkan.”
“Eh, Oh.” Rikka amat terkejut dengan kata-kata Riri. Jangan-jangan dia memiliki kekuatan supranatural.  “Ba.. baiklah”
“Apa zodiakmu, Rikka Miketsukami?” Tanya Riri mulai serius.
“Gemini”
“Tanggal dan bulan lahirmu?”
“14 Juni 1996”
“Shio-mu?”
“Eh, Shio-ku Tikus”
“Baiklah Rikka peruntunganmu hari ini jangan mudah percaya pada sesuatu. Kau harus lebih care dengan orang yang kau sayangi, tolonglah mereka saat mereka membutuhkan pertolongan sesegera mungkin. Untuk kesehatanmu, jangan terlalu banyak makan coklat dan makanan pedas.”
“Ta..tapi..?”
“Aku tahu apa yang mau kau tanyakan. Nah, Rikka tarik 3 buah kartu untuk seseorang yang sedang kau cari”
Rikka pun menarik 3 buah kartu secara acak. Riri pun membuka satu per satu kartu yang dipilih Rikka. Kartu pertama, kedua dan ketiga pun telah di buka.
“Kartu yang terbuka adalah Water, Shadow dan Illution. Ketiga kartu tersebut akan menjadi petunjuk di mana tempat seseorang tersebut.” Jelas Riri.
“Apa? Aku tidak begitu mengerti.” Tanya Rikka
“Aku tidak begitu tahu siapa yang sedang kau cari. Apakah bukan manusia? Baru kali ini aku menemukan 3 kombinasi kartu seperti ini. Kalo ini berhubungan dengan pekerjaan orangtuamu, mungkin ini bisa terjadi.” Jawab Riri.
“Eeehh? Bukan kok. Yang kucari manusia kok. Dan tidak ada hubungannya dengan pekerjaan orangtuaku.” Jawab Rikka menjelaskan.
“Ah pacarmu ya?” Kata Anri menggoda.
“Rikka! Kau tidak bilang pada kami soal pacarmu.” Kata Nina.
“Tidak tidak, kalian semua salah sangka. Aku tidak memiliki pacar kok” Jelas Rikka. “Dia hanya temanku kok, kami baru bertemu satu kali.”
Setelah percakapan mereka usai, bel berbunyi. Pelajaran pun dimulai.
Saat di rumah, Rikka bertanya pada ibunya.
“Bu, apa kita akan ke kuil lagi?”
“Entahlah, memangnya kenapa?”
“Aku ingin ke sana. Tempatnya indah, jarang-jarang aku bisa melihat tempat seperti itu di London.”
“Oh, begitu ya. Nanti Ibu akan minta pada Ayah agar kita bisa ke sana lagi.”
“Yang benar Bu? Terima kasih ya, Bu”
“Iya” jawab Ibu dengan senyuman.
***
Pada awal bulan desember, Rikka akhirnya pergi ke kuil untuk kedua kalinya. Setelah sampai di sana, Rikka hanya bisa berharap kalau mimpinya itu tidak jadi kenyataan. Mereka pun di sambut oleh Miko. Sepertinya tidak ada hal aneh terjadi. Lalu Rikka bertanya pada Miko di mana Soushi. Miko pun memberitahu bahwa Miko sedang membersihkan halaman belakang kuil. Sesegera mungkin Rikka menemui Soushi. Dia pun bertemu dengan Soushi. Rikka lega bahwa Soushi tidak apa-apa. Rikka mulai percakapan dengan Soushi.
“Shoushi, kau baik-baik saja?” Tanya Rikka.
“Ah, iya, maaf kau siapa ya?” jawab Soushi.
“Kau sudah lupa ya? Aku yang kemarin ke sini bersama orangtuaku untuk mencari info mengenai benda-benda unik bersejarah.” Jelas Rikka.
“Maaf sepertinya aku lupa.” Jawabnya dengan senyum.
“Yasudahlah, tidak apa-apa. Aku Rikka Miketsukami. Salam kenal. Maaf sudah mengganggu pekerjaanmu.” Kata dengan sedikit kecewa. “Mungkin inikah maksud mimpi buruk tersebut? Aku bersyukur Soushi tidak apa-apa.” Kata Rikka dalam batin. “Ingatan Soushi buruk ya, atau dia memang tidak mengingatku karena aku tidak begitu penting? Yah biarlah.” Kata Rikka lagi dalam batin. Meskipun begitu, Rikka merasa ada yang janggal mengenai kuil tersebut. Entah apapun itu, Rikka coba meneliti beberapa tempat yang mungkin ada hubungannya dengan ramalan Riri. Ramalan Riri bisa menjadi kenyataan dengan persentase 90%. Kalau memang benar Soushi tidak apa-apa, mengapa ramalan tersebut menunjukkan suatu tempat yang aneh? Apa ramalan itu salah? Tapi Riri kan mungkin memiliki kekuatan supranatural. Pikiran Rikka saling adu argumen. Dia merasa kepalanya hampir meledak memikirkan itu semua. Rikka pun mencoba menelepon Riri. Mungkin ia bisa membantu. “Halo Riri, kau bisa bantu aku?” Tanya Rikka. “Ah iya, ada apa Rikka?” jawab Riri. “Bisa tidak kau bantu aku mengenai ketiga petunjuk dari kartu kemarin yang Water, Shadow dan Illution.” Pinta Rikka. “Ehm, tunggu sebentar, mungkin yang dimaksud Illution adalah ilusi belaka, Shadow adalah bayangan atau bisa juga diartikan sebagai suatu refleksi dan Water mungkin sesuatu yang dapat berpindah-pindah atau mungkin transparan. Mungkin itu saja penjelasan dariku. Apakah kau belum menemukan seseorang itu?” Tanya Riri. “Eh itu, sepertinya orang itu tidak berada di tempat seperti itu, baru saja aku melihatnya.” Kata Rikka. “Eehh?? Ramalanku meleset? Yah apa saja bisa terjadi kan? Tapi kau jangan mudah percaya dengan apa yang kau lihat.” Kata Riri lagi. Lalu percakapan usai dan Rikka pun menutup teleponnya.
“Apa yang harus kulakukan sekarang?” Tanya Rikka pada diri sendiri sambil melihat bayangnya pada air kolam dekat kuil. “Water? Maksudnya apa semua ini?” Pikiran Rikka kusut. Dia pun termenung tak lama ia terkejut dengan bayangan dirinya pada air. “Apakah maksud kartu Water itu pantulan diri? Sama seperti saat kita berkaca?” Rikka mungkin telah menemui titik terang. “Kalau semuanya digabungkan jadi lebih masuk akal kan? Antara mimpi dan ramalan tersebut. Tempat dimana aku bisa melihat diriku sendiri tapi aku tidak bisa menyentuhnya, tempat yang merupakan pantulan, bayangan dan hanya sebuah ilusi.” Rikka menarik suatu kesimpulan. Tidak salah lagi, tempat tersebut ada dalam suatu cermin atau semacamnya. Itu yang Rikka pikirkan. “Tapi buat apa juga aku mencarinya? Toh Soushi tidak kenapa-kenapa.” Pikiran itu kembali bergelut di kepala Rikka. Namun Rikka masih memikirkan cermin mana yang dia cari? Rikka pun bertanya pada salah satu Miko di sana. Dia mendapat informasi bahwa tidak ada cermin aneh ataupun keramat di sana. Rikka pun mulai menyurutkan niatnya. Ia mulai menenangkan dirinya dan pikirannya. Saat hendak ke halaman belakang, nampaknya Soushi sudah selesai dengan pekerjaannya. Saat dia berbalik ke belakang, ada Soushi. Dia sangat kaget, jantungnya hampir saja copot. Soushi dengan baju Miko putihnya membaca sebuah cermin.
“Soushi, jangan muncul tiba-tiba gitu dong, kaget nih. Eh kau bawa cermin? Inikan cermin yang ada di ruangan dekat kuil.” Tanya Rikka. Soushi terdiam.
“Iya, ini cermin tersebut.” Jawab Soushi. Ada yang aneh dengan Soushi, biasanya dia tersenyum lembut pada semua orang. Tatapannya tidak pernah setajam ini. 

“Akhirnya aku menemukan tubuh yang cocok, akhirnya aku bisa keluar dari cermin ini. Aku bisa bertemu Soushi di dunia yang nyata ini.” Kata Soushi. Hal itu membuat Rikka terperangah, dia sudah menduga ada yang tidak beres.

 “Apa maksudmu? Kau kenapa Sou?” tanyanya. Langit menjadi agak mendung. 

“Aku bukan Soushi,Soushi-ku yang manis sedang ada dalam cermin ini. Aku meminjam tubuhnya, tapi sekarang akan kukembalikan karena aku telah menemukan tubuh baru, yaitu kau, Rikka.”

 “Siapa kau? Mau apa kau dengan tubuhku?” Tanya Rikka merinding, sontak tubuhnya tidak bisa digerakkan. 

“Tenang saja Rikka manis, mulai sekarang kau akan bertukar dunia denganku untuk selamanya. Akhirnya aku bisa memiliki Sou.” Jawab seseorang yang berada dalam tubuh Sou.

Saat itu juga tubuh Soushi bergerak dan mengangkat cermin di tangannya. Rikka bisa melihat bayangan Soushi di sana. Saat mulut Soushi seperti mengucapkan mantra, cermin tersebut bersinar dan roh Soushi seperti keluar dari cermin tersebut. Di saat itu juga, Rikka gemetaran, dia tidak bisa lari, lambat laun tubuhnya seperti terhisap ke cermin. Pikiran Rikka pun melayang, dia menangis menjerit dalam batin. Semua kejadian yang pernah ia alami terlintas semua di pikirannya. Ia belum mau pergi dari dunia ini. Hingga detik-detik terakhir, roh Soushi seperti terbangun, ia melihat Rikka yang sudah kesakitan. Roh Soushi tiba-tiba menarik Rikka keluar cermin, roh Soushi otomatis yang terhisap kembali ke cermin. Saat roh Rikka terlepas dari cermin, roh Soushi menarik roh yang memasuki tubuhnya. Keluarlah roh seorang gadis cantik dari tubuh Soushi. Gadis tersebut memiliki rambut putih yang panjang hampir 2 per 3 tubuhnya, meskipun rambutnya putih, dia tidak terlihat tua. Tatapannya tajam terus memperhatikan Soushi. “Kenapa kau melakukan ini Sou? Bukankah kau senang jika aku bisa keluar dari penjara cermin?” Kata gadis berambut putih tersebut. Dengan senyumnya yang indah, Soushi menjawab, “apakah untuk bahagia, kita harus mengambil kebahagiaan orang lain? Tidak perduli dimanapun kau berada, jika ada seorang saja yang menyayangimu bukankah itu lebih membahagiakan?”
Saat itu juga gadis itu menangis, ia tidak mau melepaskan Soushi. Rikka hanya duduk termangu melihat Soushi. Cermin itu semakin menghisap roh Soushi dan gadis berambut putih tersebut. Rikka hendak menarik Soushi dengan tenaga yang tersisa. Saat itu juga Soushi berkata Rikka, “Rikka, terima kasih kau sudah mencariku, hanya kaulah satu-satunya yang menyadari kepergianku. Nampaknya kali ini aku tidak bisa kembali lagi.” Kata Soushi pada Rikka. “Kenapa kau masuk ke cermin lagi? Biarkan saja gadis penghuni cermin itu yang kembali ke dunianya? Apa kau tidak memikirkan orangtuamu dan orang yang kausayangi, kau tinggalkan begitu saja?” Tangis Rikka. “Biarlah aku yang masuk ke dalam cermin untuk menemani gadis ini, aku mengerti benar bagaimana rasanya hidup sendirian, lagipula aku tidak memiliki keluarga. Aku yatim piatu, Rikka. Kuharap para Miko di sini mengerti atas apa yang aku lakukan” Jawab Shoushi. “Tapi aku menyukaimu, Sou.” Kata Rikka. Dengan senyum terakhirnya, Sou mengatakan “aku juga menyukaimu, Rikka Miketsukami.”

Senyum Soushi, senyumnya yang terakhir, melukiskan kebahagiaannya. Hujan pun turun. Tubuh Sou sudah terbaring di atas tanah. Bajunya yang putih bersih, kini telah ternodai oleh air hujan. Wajah Sou Nampak begitu manis. Tak akan ada yang mengira bahwa Soushi sudah tidak ada di dunia ini lagi. Tangis Rikka sudah tak tertahankan. Ia keluarkan segala rasa sedihnya, ia berteriak sekencang-kencangnya. Orang yang ia sayangi kini tiada. Dia hanya memeluk sebuah cermin kecil. Saat para Miko datang, mereka terkejut. Rikka tidak bisa bilang apa-apa. Dia masih tidak percaya pada apa yang telah dia alami. Dia hanya duduk di samping tubuh Soushi, dan menangis.
***
Akhir desember, Rikka sekeluarga pulang ke London. Sepertinya Rikka tidak bisa melupakan kejadian di kuil. Rikka masih suka menangisi kepergian Soushi. Orangtua Rikka tidak bisa berbuat apa-apa. Sebelum pulang, Rikka meminta para Miko untuk menjaga dengan baik cermin mistis itu. Rikka pun meminta pada ayahnya agar setahun sekali untuk kembali ke kuil tersebut.
“Sesuatu yang tidak tampak, bukan berarti tidak ada.” Itulah ucapan Rikka pada dirinya sendiri yang pada awalnya tidak percaya pada kekuatan mistis.
ššš

Sabtu, 21 Januari 2012

kingdom plantae : manfaatnya


Manfaat

Sebagai organisme fotosintesis tumbuhan merupakan pemasok oksigen ke lingkungan dan sumber makanan bagi organisme heterotrof.

Lumut:
1.       Di ekosistem hutan hujan tropis, lumut berperan penting dalam meningkatkan kemampuan hutan menahan air (water holding capacity).
2.       Lumut juga merupakan habitat penting bagi organisme lain, terutama populasi hewan invertebrata.
3.       Lumut juga merupakan media yang baik bagi perkecambahan biji tumbuhan tingkat tinggi.
4.       Marchantia polymorpa digunakan untuk mengobati sakit hepatitis (radang hati)
5.       Sphagnum sp. dapat digunakan sebagai pembalut atau pengganti kapas.


Tumbuhan Paku:
1.       Semanggi (Marsellia crenata) dapat dimanfaatkan untuk dijadikan sayuran.
2.       Paku rane (Sellaginela wildenowi) dan Dryopteris filixmas dapat difungsikan sebagai obat penyembuh luka.
3.       Dalam bidang pertanian, Azolla pinata dapat dimanfaatkan sebagai pupuk hijau tanaman padi di sawah.
4.       Sebagai tanaman hias, tumbuhan paku dapat dijual dengan harga yang tinggi, contohnya: paku sarang burung (Asplenium nidus), paku ekor merak (Adiantum farleyense), paku suplir (Adiantum concatum), dan paku tanduk rusa (Platycerum bifurentum).

Tumbuhan Berbiji:
1.       Tumbuhan berbiji yang berupa pohon bisa menjadi tumbuhan perindang , misalnya: beringin (Ficus benjamina), jati, mahoni, dan akasia.
2.       Bunga matahari bisa menjadi obat kencing batu.
3.       Buah apel bias mengatasi Diabetes mellitus dan diare.
4.       Sebagai minuman penghangat badan, kita sering memanfaatkan jahe dan temulawak ,dan kayu putih.
5.       Sumber protein misalnya kacang, kedelai.
6.       Sumber vitamin misalnya wortel, tomat, buah-buahan, dan kacang-kacangan.
7.       Sumber karbohidrat misalnya kentang, ketela pohon, ubi, padi, jagung, gandum, dan sagu.
8.       Sumber lemak misalnya kelapa (Cocos nucifua), kelapa sawit (Elaeis guinensis), dan kacang tanah (Arachys hipogaea).
9.       Sebagai bumbu dapur, contohnya bawang merah, bawang putih, kencur, kunyit, laos, dan cabe.Gula pasir dan gula jawa berasal dari tumbuhan berbiji yaitu tebu (Saccharum officinarum), dan kelapa (Cocos nucifera).
10.   Kopi dan the yang sering kita minum juga berasal dari tumbuhan berebiji yaitu Coffea sp. dan Camellia sp.

Minggu, 02 Oktober 2011


Many kind of narrative text :
A myth : a traditional story which describe the origins of the world, a place, and/or of people. It is considered a true sacred story in the remote past.
A legend : a true story primarily about human heroes in the recent past and may feature some religious references.
A folktale : a story which is regarded as fiction. It can be a non-sacred fictional story that occurs “ once upon  at time “ and features human and non-human characters
A folklore : a collection of fictional tales about people and/or animals. It includes myth and tales.

 

Sabtu, 17 September 2011

definition narrativ


The narrative text short story is telling of a story or an account of a sequence of events. One of the four traditional forms of composition (along with description, exposition, and persuasion). Narration differs from exposition, which can also relate a sequence of events, in that narration need not be factual and may be written from the perspective of a character in the text.
The generic sctucture of a narrative text:

1. Orientation: Sets the scene and introduces the participants.
2. Complication: A crisis arises
3. Resolution: The crisis is resolved, for the better or for worse.
4. Re-orientation: Optinal
5. Evaluation: A stepping back to evaluate the plight

Senin, 29 Agustus 2011

vocaloid

tau ga sih vocaloid itu apa?
saya tau sedikit-sedikit sih hihihi. Banyak yang mengira kalau vocaloid itu semacam anime, sebenarnya bukan kok. Saya sudah lihat vocaloid di youtube, kalo mau lihat buka aja link ini : http://youtu.be/bDyfKrY2ies
link yang tadi judul lagunya cendrilion.

Vocaloid itu semacam software yang manghasilkan suara nyanyian manusia. Software di produksi oleh Yamaha Corporation. Komposisi lirik dan musik di masukkan di layar penyunting dan disesuaikan dengan iringan musik. Suara nyanyian berasal dari pustaka suara yang sudah direkam oleh penyanyi sebenarnya dan disimpan sebelumnya.

Yamaha corp. tidak menjual Vocaloid secara terpisah. Perangkat lunak( software ) ini pertama kali dirilis Yamaha pada 26 Februari 2003. Teknik yang dipakai adalah Penyambung dan Pembentuk Artikulasi Nyanyian dengan Domain Frekuensi (Frequency-Domain Singing Articulation Splicing and Shaping). Sampling rekaman suara penyanyi profesional diolah dengan metode domain frekuensi. Hasilnya dimasukkan ke dalam basis data "artikulasi nyanyian" yang berisi potongan suara dan teknik bernyanyi. Nih daftar penyanyi digitalnya :


Vocaloid

  • Leon (pria, aliran Soul, bahasa Inggris, Zero-G, 3 Maret 2004)
  • Lola (wanita, aliran Soul, bahasa Inggris, Zero-G, 3 Maret 2004)
  • Miriam (wanita, bahasa Inggris, Zero-G,, 26 Juli 2004)
Model: Miriam Stockley yang menyanyikan seri album Adiemus
Model: Meiko Haigō[4], aliran: pop, rock, jazz, R&B, lagu anak-anak. Bisa berduet dengan Hatsune Miku dan Kaito.
Model: Naoto Fūga, aliran: pop dan semua jenis musik, terutama lagu anak-anak.

Vocaloid 2

Dari semua penyanyi diatas yang paling terkenal adalah Hatsune Miku, ituloh yang di gambarnya rambut di kuncir 2 berwarna biru muda. Lagu Hatsune Miku yang terkenal contohnya Black Rock Shooter, lihat aja di link ini : http://youtu.be/G8yFHs8oqr0 , di Black Rock Shooter Hatsune Miku rambutnya berwarna hitam  ( cantik bangettt ). Nah yang ciptain gambar-gambar vokalisnya ya mungkin para penggemarnya aja ( kalo itu saya kurang tau ).


sekian^^

terima kasih sudah membaca, datang lagi ya ( plakk emangnya warung TT,TT )




Post Options

blogger baru

Hai, saya novia, saya blogger baru.
Mohon bantuannya